
Review Film London Love Story
Dari awal udh existed
banget sm film ini, apalagi sm pemain nya Dimas Anggara dan Michelle
Ziudith yang emang couple baper dr
sinetron Love in Paris. Dari awal film berlangsung aja udh romantis dan bikin
baper abis.. “aku minta sm Tuhan agar ambil nyawa aku sehari sebelum Tuhan
ambil nyawa kamu.” Alur cerita yang maju mundur bikin kita makin penasaran sm
cerita nya, di tambah setting tempat yang cantik dan eksotis “Bali dan London”
yang bikin film ini tambah romantis dan gak bosan untuk di tonton. Chemistry
yang di peran kan Dimas dan Michelle juga dapat banget, mereka berhasil menunjukkan
peran yang berbeda dari film sebelum nya “Magic Hour”. Yang bikin film ini
tambah seru juga ada nya Ramzi yang berperan sebagai sahabat nya Dave yang
bikin film ini nggx terlalu serius namun juga ada unsur komedi nya. Hampir
semua scene aku suka, apalagi scene romantis Dave dan Caramel, tapi dari semua
scene yang aku suka ada dua scene yang paling romantis menurut ku, yaitu scene
pertama mereka yang di Bali dan scene yang di Rumah Sakit saat Caramel mencoba
untuk membangun kan Dave dari coma nya itu Sweet banget. Moral value dalam film
ini menurut ku banyak banget, pertama kita harus saling percaya sm pasangan
kita, kedua harus saling jujur sm pasangan kita dan sm diri kita sendiri,
ketiga saling setia dan belajar untuk bisa mencari tahu masalah yang ada
sehingga bisa menyelesaikan nya secara baik-baik. Pokok nya film London Love
Story ini nggak bakalan bosan deh untuk ditonton lagi dan lagi. Harapan ku
semoga film ini bisa tembuh 1,5 juta penonton dan bisa menjadi rujukan dan
pelajaran bagi kita yang sedang menjalin hubungan, AMINN




No comments:
Post a Comment